●○ Part 7 ○● Nggak Semua Orang Harus Suka Sama Kamu, dan Itu Normal

Dari kecil kita dibiasain buat dapet tepuk tangan.
Nilai bagus? Ditepukin.
Menang lomba? Dipuji rame-rame.
Sopan ke orang? Dibilang anak baik.
Sedikit-sedikit, tanpa sadar, kita tumbuh dengan ide di kepala:
kalau kita mau dianggap 'baik', kita harus disukai semua orang.

Tapi hidup nggak sesederhana itu, Nisa.
Nggak semua orang akan suka sama kamu,
meski kamu udah berusaha jadi versi terbaik dari dirimu.

Ada orang yang nggak suka kamu cuma karena caramu jalan.
Ada yang sinis cuma karena caramu ketawa.
Ada yang ilfeel cuma karena opini randommu di obrolan.

Dan tahu apa?
Itu bukan salahmu.

Nggak semua orang kompatibel satu sama lain.
Kayak warna, ada orang yang cocok di palette biru, ada yang cocok di merah.
Kamu nggak bisa maksain warna kamu buat nyatu sama semua orang.

Semakin kamu maksain diri buat disukai semua orang,
semakin kamu kehilangan bagian paling berharga dari dirimu: keaslian.

Dan percayalah, hidup yang pura-pura itu capeknya nggak ketulungan.
Ada perasaan kosong yang sulit banget dijelasin.
Ada rasa "gue siapa sih sebenernya?" yang bikin kamu nggak betah sama diri sendiri.

Nisa, kamu nggak harus jadi semua yang mereka mau.
Kamu cuma perlu jadi nyaman di kulitmu sendiri.

Lebih baik disukai segelintir orang karena dirimu yang asli,
daripada disukai banyak orang tapi buat versi kamu yang bahkan kamu sendiri nggak kenal.

Nggak semua orang harus suka kamu.
Tapi kamu harus belajar suka sama dirimu sendiri.
Itu cukup.

Dan saat kamu udah nyaman sama dirimu,
orang yang tepat, yang klik, yang beneran nerima kamu tanpa syarat,
akan datang tanpa perlu kamu cari mati-matian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Tas: Perjalanan Panjang dari Kebutuhan ke Gaya Hidup

Sistem Pendidikan Jepang dan Sistem Pendidikan Jerman: Kelebihan, Kekurangan, dan Apa yang Bisa Kita Pelajari ?

Belajar Lebih Efektif dengan Teknik Feynman: Cara Sederhana, Hasil Maksimal