●○ Part 9 ○● Boleh Kok Kalau Kamu Mau Ganti Mimpi
Dulu mungkin kita pernah punya mimpi yang keliatan keren banget.
Mau jadi ini, mau capai itu.
Kita nulisnya di buku catatan.
Kita doain tiap malam.
Kita ceritain ke teman-teman.
Tapi semakin jalan,
semakin kita tumbuh,
semakin kita kenal diri sendiri...
...kita mulai ngerasa: "Kayaknya ini bukan buat gue deh."
Dan itu bikin takut, ya?
Takut dibilang nyerah.
Takut dibilang nggak konsisten.
Takut diliat gagal sama mata orang lain.
Tapi Nisa, denger ini baik-baik:
Ganti mimpi itu bukan tanda kamu lemah.
Itu tanda kamu berani buat jujur sama diri sendiri.
Mimpi itu bukan kontrak seumur hidup.
Mimpi itu tumbuh barengan sama kamu.
Hari ini kamu mungkin bermimpi jadi dokter.
Tapi lima tahun lagi kamu nemu kebahagiaan di dunia seni.
Hari ini kamu mungkin ngejar karier tertentu.
Tapi suatu hari kamu sadar, passionmu ada di tempat lain.
Dan itu nggak apa-apa.
Kamu nggak gagal.
Kamu cuma berubah.
Dan berubah itu penting.
Karena artinya kamu nggak lagi hidup buat memuaskan ekspektasi orang,
tapi hidup buat beneran dengerin suara hatimu.
Nggak ada yang sia-sia.
Semua jalan yang pernah kamu ambil, semua mimpi yang pernah kamu kejar,
ngebentuk siapa kamu hari ini.
Jadi kalau ada suara kecil dalam hatimu yang bilang "Ayo, ke arah sana..."
percaya deh, mungkin itu panggilan terdalammu.
Beranilah.
Berubah bukan berarti hilang.
Berubah itu berarti menemukan lagi, siapa kamu sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar